Kamu Kuat!



Hai, selamat malam....

Selamat Siang..

Selamat pagi...

Aku tak tahu tulisan ini kamu baca saat kapan. Aku juga tak tahu kamu membaca tulisan ini entah sedang apa, tapi aku berharap siapapun kamu, dimanapun kamu atau sedang bagaimanapun kamu semoga kondisimu saat ini selalu baik dan bahagia.

Tulisan ini aku persembahkan sebesar-besarnya untuk diriku, sebagian untukmu jika kamu mau menerimanya. Untuk kita semua yang kini tengah berjuang keras menggapai impian. 

    Setelah aku memutuskan keluar dari perguruan tinggi hidupku berubah total. Banyak orang-orang terdekat merasa kecewa termasuk keluarga. Tak sedikit mungkin dari mereka juga yang merasa senang atas kegagalanku. Semoga mereka membaca ini. Sungguh aku sama sekali tidak peduli! Kerena percayalah dari banyaknya orang-orang yang merasa kecewa itu, aku adalah orang pertama yang lebih kecewa, aku orang pertama yang merasakan sakit. Tak ada orang bodoh sekalipun yang ketika perjuangannya disia-siakan dan kandas akan merasa senang, bahagia, atau berpesta ria. Dan untuk semua hal negatif, untuk orang-orang negatif, bersyukurlah aku bukan orang yang mau menguras energi melayani toxic statement kalian itu, i don't care all da*n it! Namun perlu kalian tahu, aku adalah seseorang yang pantang menyerah.

    Ada begitu banyak mimpi yang ingin tercapai, namun satu persatu kandas ditengah jalan. Apa yang lebih menyedihkan ketika kita mengharapkan sesuatu itu baik dan kita sudah memulainya, namun ditengah perjuangan kita harus rela melepaskan? Apa yang lebih menyakitkan ketika kita memiliki banyak teman, namun setelah lama tak bertemu kita dilupakan dan dianggap menghilang? Apa yang lebih pilu dari seseorang yang satu tahun lebih merasa kosong, ia tak mengenal jati dirinya? Apa yang lebih menyedihkan selain dianggap sebagai seorang pecundang? Itu semua yang aku rasakan. "Aku lelah dengan semua ini, rasanya ingin lenyap" kata-kata yang sering aku katakan pada diri sendiri, tak lama setelahnya airmata mengalir hingga membuat mataku sembab. Tak jarang aku berlari dari keramaian menjauhi orang-orang hanya karena merasa terganggu dengan sesaknya kepedihan lalu membiarkan diri untuk menyelinap dalam kesunyian seorang diri kemudian menangis. Ketika air mata sudah keluar setidaknya kepala menjadi ringan rasanya. Aku tak malu bila dipandang lemah karena sering menangis, justru menurutku orang-orang yang lebih banyak mengeluarkan airmata adalah manusia-manusia kuat. Terima kasih ya kamu sudah bertahan sampai detik ini :).

    Dan dari semua yang telah berubah, pastinya aku juga harus kembali menyusun rencana-rencana dimulai dari nol. Kita harus berani untuk kembali memulai. Karena hal yang paling berat bukan menyelesaikan tetapi memulainya. Hal yang paling besar sekalipun selalu diawali dengan langkah pertama.

"It's okay if it isn't considered even by the whole world, as long as it's not by yourself."

Komentar